Sedekah Sampah Akbar, Program LDII DIY untuk Mengatasi Darurat Sampah

Sedekah Sampah Akbar, Program LDII DIY untuk Mengatasi Darurat Sampah


YOGYAKARTA. Sampah merupakan salah satu masalah lingkungan yang serius di Indonesia. Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pada tahun 2020, Indonesia menghasilkan sekitar 67,8 juta ton sampah per tahun, dengan tingkat pengelolaan sampah yang hanya mencapai 39%. Jika tidak ditangani dengan baik, sampah dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan, ekonomi, dan sosial masyarakat.

Salah satu upaya untuk mengatasi masalah sampah adalah dengan melakukan sedekah sampah. Sedekah sampah adalah kegiatan menyumbangkan sampah yang masih layak pakai atau bernilai ekonomis kepada pihak yang membutuhkan atau dapat mengelolanya dengan baik. Sedekah sampah dapat memberikan manfaat bagi lingkungan, seperti mengurangi volume sampah, menghemat sumber daya alam, dan mengurangi emisi gas rumah kaca.

Salah satu organisasi yang giat melakukan sedekah sampah adalah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). LDII DIY bersama Pemuda LDII DIY menggelar program “Sedekah Sampah Akbar” secara serentak di seluruh wilayah Yogyakarta pada Minggu (17/9). Program ini merupakan salah satu program amal saleh yang dijalankan oleh LDII DIY dalam rangka mengatasi darurat sampah dan mengurangi kiriman sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan.

Ketua DPW LDII DIY, Atus Syahbudin mengatakan Sedekah Sampah Akbar merupakan salah satu program amal saleh yang dijalankan oleh LDII DIY. Program-program lainnya antara lain “Dari Sampah Jadi Jariyah” (2022), “Dai Program Kampung Iklim” (ProKlim), “Kiai Peduli Sampah,” dan “Jugangan Ing Omah” (Jugangin Om).

“Dalam pelaksanaan Sedekah Sampah Akbar, karakter cinta lingkungan menjadi nilai yang terbentuk, berkat upaya dari program Kiai Peduli Sampah,” ujarnya.

Atus melanjutkan, salah satu langkah awal yang diambil adalah kunjungan pengurus LDII DIY ke Ponpes Al-Barokah Kranggan, Murtigading, Sanden, Bantul, “Program Sedekah Sampah Akbar berpusat di beberapa lokasi strategis, termasuk Ponpes Al-Barokah Kranggan, Ponpes Nur Aisyah Pulokadang, PPM Grha Cendekia, dan semua masjid di bawah naungan DPD LDII Sleman,” ungkap dosen Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada itu.

Ia menjelaskan, tujuan utama dari program ini adalah mengubah persepsi sampah dari sesuatu yang kotor menjadi sumber penghasilan, “Sedekah Sampah Akbar dijalankan sebagai bagian dari dukungan terhadap program pemerintah, khususnya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Program Kampung Iklim (ProKlim) serta untuk membantu Pemda DIY dalam mengatasi permasalahan sampah,” jelasnya.

Ia menambahkan, selain mengurangi sampah, program ini juga bertujuan membentuk karakter cinta lingkungan, “Pendekatan ini sejalan dengan persiapan untuk Rapat Kerja Nasional (Rakernas) LDII yang akan digelar pada November 2023 mendatang,” tambahnya.

Dengan program Sedekah Sampah Akbar, LDII DIY berkomitmen untuk turut serta dalam menjaga lingkungan dan menciptakan masyarakat yang peduli terhadap masalah sampah, “Selain itu, program ini juga mendukung upaya pemerintah dalam mencapai target pengelolaan sampah yang lebih baik,” pungkas Dosen UGM Yogyakarta ini.

Sementara itu, Lurah Murtigading, Bantul, Bambang Triyanto, mengapresiasi program Sedekah Sampah Akbar LDII. “Kami merasa terbantu dengan program LDII DIY, khususnya Murtigading, program Sedekah Sampah Akbar sangat sejalan dengan program pemerintah yakni Bantul Bebas Sampah 2025,” jelasnya.

Selain itu, tambah Bambang, program ini juga mendorong masyarakat untuk memilah sampah di rumah masing-masing dan menjadikan masjid sebagai bank sampah, “Pengelola bank sampah bisa berasal dari masyarakat yang kurang mampu atau pemuda masjid. Hasil penjualan sampah dapat digunakan untuk membiayai pengajian dan membantu para dhuafa,” tutupnya. (FWI/LINES)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama